<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142</id><updated>2011-09-04T06:27:06.168-07:00</updated><category term='celoteh'/><category term='ibrah'/><category term='warta'/><title type='text'>Assalamu'alaikum ....</title><subtitle type='html'>Mangga, silakan rehat sejenak di pojok rehat.
Meski rehat, mudah-mudahan membawa manfaat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-2746304534503929601</id><published>2010-09-23T00:38:00.001-07:00</published><updated>2010-09-23T00:38:37.999-07:00</updated><title type='text'>Syifa ....</title><content type='html'>Lebaran menyisakan lembaran rupiah di tangan Syifa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abi jangan kerja, ya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak, kok.  Abi kan masih libur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sudah nggak libur juga jangan kerja,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan abi harus cari uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abi kan cari uang buat kakak, sekarang kakak sudah punya uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus buat bayar listrik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pakai uang kakak saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buat bayar rumah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pakai uang kakak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak cukup...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama dia terdiam sebelum kemudian berkata,"Kakak ngantuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lelapnya saya mencium pipinya seraya berjanji suatu saat akan bekerja dari rumah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-2746304534503929601?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/2746304534503929601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=2746304534503929601&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/2746304534503929601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/2746304534503929601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2010/09/syifa.html' title='Syifa ....'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-5797382321487412510</id><published>2010-06-17T23:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-17T23:40:36.916-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Samber Colok</title><content type='html'>Salah satu kearifan orang Jawa adalah 'doktrin' agar tidak keluar di waktu Maghrib.  Untuk tujuan selain ibadah tentunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebut 'doktrin' karena banyak kebiasaan itu dilakukan dan ditanamkan tanpa penjelasan logis.  Kalau ditanya alasannya kenapa, jawabannya klise, "Ora ilok!"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam bahasa umum: pamali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke larangan keluar ketika Maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu ketika pulang kerja  dengan mengendarai si trekko flash hitam selepas Maghrib, terasa banyak serangga kecil beterbangan di jalanan.  Satu hal yang hampir tidak pernah saya temukan semenjak tinggal di Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di Jawa dulu menyebutnya sebagai samber colok.  Sesuai dengan namanya, binatang ini beterbangan seperti tanpa aturan, melanggar apa pun yang ada di dekatnya.  Tak jarang serangga ini melanggar mata pengendara sepeda atau motor.  Akibatnya mata terasa seperti dicolok, sakit, merah, hingga mengeluarkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya binatang ini tidak keluar disembarang waktu.  Hanya menjelang hingga selepas Maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat kembali saya akan 'doktrin' itu.  Kalau secara umum masyarakat Jawa pedesaan hanya beralasan 'ora ilok', dalam perspektif lain larangan itu bisa dilihat sebagai sesuatu yang nyunnah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja, mencari nafkah sudah dialokasikan waktunya pagi hingga petang.  Ketika waktu Maghrib tiba, stop!  Waktunya untuk istirahat, melaksanakan shalat sebagai kewajiban, beribadah sebaik-baiknya.  Sisi ruhiyah perlu diisi untuk menciptakan keseimbangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali karena itu lah Allah menciptakan samber colok, agar mencolok mata orang-orang yang masih bertebaran di muka bumi meski waktu Maghrib telah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, tidak juga, " begitu kata para manusia yang masih bertebaran.  "Samber colok itu hanya makhluk kecil tak berdaya.  Yang diserang hanya mata.  Dia akan rontok bila kita pakai helm full face.  Apalagi mobil...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seperti itulah syariat.  Bagi yang berupaya menjalankannya, makhluk kecil bernama samber colok  akan dijadikan sebagai sentilan.  Tapi bagi yang tidak ingin melaksanakan, terlalu banyak alasan bisa dibuat untuk mengingkari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-5797382321487412510?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/5797382321487412510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=5797382321487412510&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/5797382321487412510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/5797382321487412510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2010/06/samber-colok.html' title='Samber Colok'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-1025832958078144444</id><published>2010-02-22T18:03:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T16:52:00.004-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Rumah yang Bagus</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Umi tadi jemurin pakaian, Advent bilang,”Nasywa rumah kamu jelek, rumah aku dong bagus.”  Terus kakak nanya,”Emang rumah kakak jelek ya, Mi?  Kan bagus, ya?”  Umi kaya ditusuk jarum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu bunyi SMS dari rumah di tengah kesibukan closing akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung pikiran tertuju ke rumah, rumah Advent, dan rumah tetangga.  Memang kalau dibandingkan dengan tetangga yang lain, rumah kami relatif kurang bagus.  Dapur baru tertutup setengah dengan asbes yang salah satunya sudah pecah tertimpa bola voli.  Itu pun dengan bilik yang sudah bolong di sana-sini sehingga membuat tikus-tikus bahagia  mempunyai jalanan lebih longgar untuk berseliweran.  Akhirnya demi keamanan, ruang depan yang berfungsi sebagai ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, ruang nonton TV, dan ruang les ditambah fungsinya menjadi ruang penyimpanan barang juga.  Kerupuk, madu, herbal, makanan kecil, semuanya dipindahkan ke depan.  Akibatnya ruangan depan yang sudah mungil serasa menyempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman depan pun tak jauh beda.  Masih tak berubah bentuknya seperti ketika pertama kali kami membeli rumah itu melalui fasilitas KPR BTN.  Untuk mengurangi kesan gersang, beberapa bunga kami tanam di halaman.  Mahkota dewa, kaktus, aglonema, sansiviera, anggrek, dan sebagainya.  Untuk  membuat suasana terasa lebih hijau, kami buat pagar hidup dengan tanaman teh-tehan.  Multi fungsi, selain karena mudah dibentuk, bisa pula dipakai sebagai tempat menjemur kasur yang sering bau pesing akibat terkena ompol Nasywa dan Rayyan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya belakangan ini pertumbuhan tanaman-tanaman tersebut seolah beradu lari dengan sprinter kelas dunia bernama rumput.  Kesibukan di tiga bulan terakhir membuat tanaman kami terlantar.  Bentuk teh-tehan yang tidak beraturan lebih mirip tanaman liar dibandingkan pagar hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengok ke belakang rumah, ketidakteraturan lebih jelas terlihat.  Awalnya banyak tanaman di sana.  Mulai dari cabe, talas, singkong, pepaya, pisang, mangga, katuk….  Petaka bagi tanaman-tanaman itu dimulai ketika tanah kosong di belakang rumah yang tadinya direncanakan sebagai taman diusulkan diubah fungsi menjadi lapangan voli.  Karena di blok kami tidak ada lapangan olahraga, secara aklamasi usulan itu diterima.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tidak terlalu terasa efeknya.  Selang 2-3 minggu langsung terlihat beberapa dahan cabe patah terkena bola.  Pohon pepaya pun sama.  Tak mau hal itu berlanjut, pagar bambu yang tadinya ada di depan kami pindahkan ke belakang.  Entah karena memang sudah lapuk atau tenaga bapak-bapak yang memang sangat kuat, pagar itu jebol oleh terjangan bola. Dan tidak hanya bola, kambing pun jadi bebas masuk ke pekarangan belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyerah.  Sekarang tidak ada lagi pohon cabe, pohon pisang, pohon pepaya…&lt;br /&gt;Hanya tersisa pohon mangga, beberapa singkong, dan katuk di antara alang-alang dan rumput yang semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan  Nasywa.  Saya yang tidak mampu menyediakan tempat tinggal yang nyaman, dia yang harus menerima ejekan dari temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak!  Ini bukan masalah bagus atau tidak.  Masalahnya mampu atau tidak kami mensyukuri semua nikmat Allah.  Salah satunya tempat tinggal. Apalagi hanya karena celotehan seorang berumur 4 tahun yang kadang tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fabiayyi ala i Rabbikuma tukadzdzibaan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya kami  bersyukur.  Masih banyak orang  yang hidup di kolong jembatan atau mengontrak untuk tempat tinggalnya.  Ada pula yang menyewa tanah di pinggir kali untuk membangun rumah seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… itu dia!  Segera tersusun sebuah  rencana.  Nanti sore saya akan ajak Nasywa jalan-jalan.  Di sekeliling tanah pengairan tidak jauh dari rumah kami, berdiri gubuk-gubuk yang didirikan oleh orang-orang kurang beruntung yang tidak mempunyai tempat tinggal dan pekerjaan tetap.  Meski masih kecil, mudah-mudahan Nasywa bisa lebih memahami makna bersyukur dengan pergi ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, rencana tinggal rencana.   Menjelang jam pulang kerja hujan turun dengan deras. Selain terpaksa membatalkan rencana pergi ke tanah pengairan, tubuh ini dihadiahi pusing dan dingin akibat terkena hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas makan malam saya merebahkan badan di ruang depan.  Istri bercanda dengan anak-anak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ada percakapan mereka yang membuat saya menajamkan pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Kakak..., emang tadi Advent bilang rumah kakak jelek?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Iya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Terus kakak jawab apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   “Tadi kata Advent rumah kakak jelek.  Padahal kan nggak ya, Mi?  Rumah kakak bagus.  Rumah Advent bagus.  Rumah orang-orang bagus.  Semuanya bagus….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa ada yang menghangat di hati ini.  Tanpa perlu saya ajari, ternyata Nasywa sudah mampu memahami makna syukur.  Jauh lebih baik dari pemahaman saya yang masih mengaitkan syukur dengan teori perbandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Allah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikarang, 30 Desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-1025832958078144444?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/1025832958078144444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=1025832958078144444&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1025832958078144444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1025832958078144444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2010/02/rumah-yang-bagus.html' title='Rumah yang Bagus'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-5473923784000676355</id><published>2009-12-04T01:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T01:41:02.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>6.7 trilyun</title><content type='html'>Teringat uang 6.7 trilyun terkait bank Century, rasanya susah untuk memvisualisasikan dalam kehidupan seberapa banyak uang sejumlah itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Asar tadi, dengan teman iseng-iseng mencoba menghitung-hitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lah uang 5 juta dianggap setebal 1 cm uang 100 ribuan, dan 6.7 trilyun direduksi menjadi 5 trilyun (untuk mempermudah penghitungan), maka panjang uang itu bila disusun sejauh 5.000.000.000.000/5.000.000 = 1.000.000 cm = 10.000 m = 10 km! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dimensi panjang dan lebar dihitung (anggaplah panjang lebar uang 100 ribuan = 20 cm dan 10 cm) maka volumenya adalah 1.000.000 X 20 X 10 = 200.000.000 cm3 = 200 m3.&lt;br /&gt;Berarti untuk menyimpan uang sejumlah 5 trilyun diperlukan ruangan setinggi 2 meter, panjang dan lebar 10 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingat, uang yang disimpan merupakan pecahan 100 ribuan, nominal tertinggi untuk sementara di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat Gober Bebek....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-5473923784000676355?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/5473923784000676355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=5473923784000676355&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/5473923784000676355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/5473923784000676355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/12/67-trilyun.html' title='6.7 trilyun'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-6659557973507590002</id><published>2009-08-31T00:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T00:14:13.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Cikarang-Setu Suatu Hari</title><content type='html'>Orang tua datang dari Jawa, sekarang ada di Setu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu berita yang saya peroleh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak sana-sini akhirnya sepakat untuk kumpul-kumpul di sana pada hari Minggu.&lt;br /&gt;Kendaraan andalan apalagi kalau bukan si Trekko Flash hitam.&lt;br /&gt;Baru juga lepas terminal Cikarang, begitu sampi taman di dekat PT Hitachi tiba-tiba ban kempes.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didorong ternyata luar biasa beratnya dalam kondisi mati. Pas lihat ke belakang, ngenes rasanya.  Istri setia mengikuti dengan menggendong anak.  Mana pas lagi panas-panasnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dibantu  tenaga mesin, dengan terseok-seok setelah melewati beberapa ‘stand’ coca cola pinggir jalan, sampai juga di tukang tambal ban.&lt;br /&gt;Melepas lelah sembari menunggu ban dibongkar, istri berbisik,”Tadi ibu-ibu yang jualan coca cola bilang suruh nunggu di sana saja.  Nanti bapaknya suruh balik lagi.  Lain kali jangan jalan di pinggir….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“????....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama ketahuan penyebabnya paku berukuran sekitar 5 cm.  Ban dalam yang memang kualitasnya pas-pasan sobek memanjang dan harus diganti.  Repotnya lagi si tukang tamban ban tidak menyediakan ban dalam vespa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa harus berburu ban dalam vespa yang ternyata memang agak susah, apalagi banyak toko yang tutup di hari Minggu.  Tanya ke beberapa toko dan bengkel, akhirnya dapat juga setelah mutar-muter lebih   1 km dari bengkel.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu balik ke bengkel sudah ada 1 lagi ‘pasien’ motor Suzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kena paku juga,” istri berbisik lagi.  “Tadi ada mobil juga kena paku, tapi dia langsung ganti ban cadangan sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setengah jam kemudian, ban dalam selesai diganti.  Perjalanan pun dilanjutkan.  Tak lupa mengucap terima kasih kepada penambal ban.  Terima kasih berbalut suudhon….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-6659557973507590002?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/6659557973507590002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=6659557973507590002&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/6659557973507590002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/6659557973507590002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/08/cikarang-setu-suatu-hari.html' title='Cikarang-Setu Suatu Hari'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-1565835621387837369</id><published>2009-08-11T22:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T00:15:55.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Dan Baju Koko Itu Pun Ditanggalkan Teroris (Sebuah Unek-Unek)</title><content type='html'>Entah siapa namanya.  Tapi ada yang menarik tiap kali pengamen itu naik jemputan.&lt;br /&gt;Pertama kali melihat, waktu itu dia berdua dengan seorang perempuan bejilbab.  Adiknya mungkin....&lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya dia selalu sendirian dengan gitar bolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya cukup bagus, tidak seperti pengamen kebanyakan yang tetap pede dengan suara pas-pasan, bahkan kadang sember demi mengejar setoran.&lt;br /&gt;Bila pengamen lain penampilan tidak terlalu diperhatikan, dia konsisten dengan baju kok dan peci melingkar di kepala.&lt;br /&gt;Lagu yang yang dibawakannya pun selalu berbeda dengan teman-temannya satu komunitas.  Yang paling sering adalah nasyid, terutama lagu dari Opick.  Kadang lagu balada milik Ebiet G Ade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering berinteraksi meski sekedar dari tatapan, terasa ada ikatan di antara kami.  Ketika teman lain naik jemputan dari pintu depan, kadang saya lihat pintu belakang dibukakan, diiringi dengan senyumnya dan ucapan," Assalamu'alaikum... A'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dia naik dari SGC, kemudian turun di Pasir Gombong-Jababeka setelah membawakan 2-3 buah lagu.  Tapi pagi ini dia naik dari daerah Sempu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tumben naik dari sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumnya mengembang dulu sebelum menjawab, "Habis naik jemputan Mattel, A'...  Penglaris."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berbeda dari penampilannya.  Baju kokonya!  Ya... hari ini dia tidak mengenakan baju koko, tapi kaos kuning berpadu dengan warna biru.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari-hari ini sedang rawan, A'.  Gara-gara teroris saya terpaksa tidak pakai baju koko dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terhenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besarnya pengaruh 'sang teroris' dalam kehidupan.  Bukan hanya non muslim yang ketakutan, bahkan muslim yang menunjukkan 'identitasnya' pun menjadi khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat saya akan cerita teman yang bercelana ngatung.  Dia kontraktor, ... alias masih belum punya rumah.  Beberapa waktu terakhir dia merasa tidak tenang.  Tiap kali pulang kerja dia merasa ada yang menmbuntuti.  Selidik punya selidik, ternyata yang mengikuti adalah Pak RT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Disyukuri saja," hibur teman saya.  "Anggap saja orang penting, kemana saja harus dikawal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke sang pengamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apalagi kejadian kemarin ada yang di Bekasi," lanjutnya lirih.  "Makanya sekarang banyak polisi di sepanjang jalan.  Om saya juga mengingatkan biar tidak pakai yang macam-macam dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengangguk-angguk.  Miris rasanya, ketika atribut-atribut ke-Islaman diidentikkan dengan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kontributor seperti saya jadi muter-muter terus sepanjang hari.  Pagi kaya gini (ngamen-red), sekitar jam 10 ke Pemda, cari berita.  Apalagi pas kemarin, tiap hari ke Jati Asih, nanya-nanya informasi ke penduduk sekitar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak surprise juga saya.  Sang pengamen adalah kontributor berita.  Majalah atau koran apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah mengerti ketakjuban saya, dia melanjutkan,"Iya... saya kontributor Rakyat Merdeka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kontributor tetap atau free lance"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Free lance."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan kami terhenti ketika dia memutus pembicaraan untuk mengamen dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dia menyanyikan lagu-lagu Nasyid yang entah karya siapa,  bermacam pertanyaan terhadap aksi penangkapan 'Noordin' di Temanggung menyeruak di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar dia otak segala aksi pengeboman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar dia yang tertembak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa 'konon' tidak ada bercak darah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa drama 18 jam harus diakhiri dengan penembakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak ditangkap hidup-hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan rumah yang berantakan dan tidak bisa ditinggali lagi? Siapa yang haris bertanggung jawab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Jamaah Islamiyah ada?  Kenapa strukturnya berdasarkan pengakuan 'mantan anggota' satu dengan yang lain selalu berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa selalu Islam yang disebut teroris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tiap kali ada pemboman, nama Abu Bakar Ba'asyir selalu disebut-sebut?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena Dr. Azahari dan Noordin M Top pernah nyantri di Lukamnul Hakim?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah mereka juga pernah belajar di barat sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Abu Bakar Ba'asyir  pernah berkata bahwa tangannya belum pernah memegang bom?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Abu Bakar Ba'asyir juga pernah menyatakan bahwa mestinya pengeboman dilakukan d daerah konflik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah pengeboman juga memakan korban muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah niat baik harus dilakukan dengan cara yang baik pula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, entahlah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terasa janggal di otak saya yang sama sekali tidak pintar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas akibat pemboman, bukan hanya non muslim yang terintimidasi.  Muslim dicurigai, bahkan oleh sesama muslim.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak langkah serasa dibatasi labirin yang tak terlihat, namun terasa begitu kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran melanda semua level, mulai dari presiden hingga rakyat kecil seperti kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk sang pengamen ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-1565835621387837369?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/1565835621387837369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=1565835621387837369&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1565835621387837369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1565835621387837369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/08/dan-baju-koko-itu-pun-ditanggalkan.html' title='Dan Baju Koko Itu Pun Ditanggalkan Teroris (Sebuah Unek-Unek)'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-4729789996723451117</id><published>2009-07-14T05:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T20:31:01.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Kala Lelah</title><content type='html'>Salah satu penggalan hidup yang membuat saya lelah adalah ketika ditanya,”Kamu Muhammadiyah, NU, Salafi, HTI, PKS, atau….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selalu saya menjawab,”Saya muslim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya mereka  masih penasaran dan terus mengejar, dan kembali saya menjawab,”Dulu Nabi juga tidak pernah menyatakan diri sebagai NU, Muhammadiyah atau apapun. Hanya menyatakan diri sebagai muslim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu, apakah memang begitu watak umat sekarang ini, atau ada grand design dari luar untuk mengacaukan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashobiyah.  Itu yang saya tangkap. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Bahkan saya ‘dipaksa’  memilih sebagai warga NU, Muhammadiyah, atau PKS! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, organisasi seperti NU atau Muhammadiyah dibenturkan dengan parpol! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang saya bayangkan warga NU mau hadir di pengajian Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Muhammadiyah berhadapan dalam satu pengajian dengan saudara-saudara salafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada dialog pula dengan teman-teman HTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada diskusi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menasihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menunjukkan yang benar dan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak ada dendam di dada selepas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua karena disatukan dalam lingkaran Ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban kehidupan dan tumpukan pekerjaan hari ini membuat saya makin lelah.  Secara tak sengaja saya menemukan beberapa baris bacaan menggugah, yang konon hasil tulisan Ustadz Rahmat Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan kader PKS, izinkan saya untuk mengcopy.  Insya Allah bermanfaat bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Teruslah "bergerak" hingga KELELAHAN itu LELAH mengikuti mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah "berlari" hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejar mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah "berjalan" hingga KELETIHAN itu LETIH bersama mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah "bertahan" hingga KELEMAHAN itu LEMAH menyertai mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah "berjaga" hingga KELESUAN itu LESU menemani mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-4729789996723451117?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/4729789996723451117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=4729789996723451117&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/4729789996723451117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/4729789996723451117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/07/kala-lelah.html' title='Kala Lelah'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-2669318158611082773</id><published>2009-07-05T20:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T20:13:11.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>1st day with Trekko Flash on The Way</title><content type='html'>Tanggal 3 Juli akhirnya datang juga flash hitam ke rumah.  Berhubung datangnya sore, hanya sempat dipakai sebentar untuk ke warung, lalu masuk kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 4, dari pagi sudah siap-siap untuk melaju di jalan dengan si flash hitam.  Mertua yang kebetulan ada di rumah rupanya agak khawatir belum bisa adaptasi dengan suasana di jalan raya.  Demi tidak menambah kekhawatiran akhirnya saran itu dituruti.  Tetap di jalan raya, tapi di rute yangtidak terlalu padat.  Pilihan jatuh ke Sukaraya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baterai masih full.  Kilometer ada di angka 1.  Meski agak kagok, meluncur juga saya dengan memboncengkan anak istri.  Lancar.  Istri menyatakan sudah siap ke jalanan yang lebih padat.  Pilihan jatuh ke Mutiara Gading Timur, karena sudah lama tidak silaturrahim ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke rumah kilometer ada di angka 17.  Mengantarkan mertua ke gerbang, pulang lagi ke rumah, kilometer sekarang menunjukkan angka 19.  Baterai baru berkurang sedikit.  Tanpa dicharge lagi  kami pun meluncur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal perjalanan cukup menyenangkan.  Si flash hitam  benar-benar eye catching.  Dengan bodi yang masih mulus, tanpa knalpot, tanpa asap, dan tanpa suara, cukup menarik perhatian orang-orang di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai Cibitung ada tanjakan sekitar 20 derajat.   Dengan PD si flash tetap menghajar.  Tarikan masih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas Kompas  tarikan si flash mulai terasa agak kurang bertenaga.  Baterai terlihat masih setengah.  Tapi di waktu-waktu tertentu ketika di gas, turun sampai garis merah.  Kilometer ada di angka 35.  Wah ... bahaya nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai Tambun tenaga makin loyo.  Pas di depan pasar Tambun terlihat pos Polisi.  &lt;br /&gt;Meski agak ragu, dengan memberanikan diri saya parkir di depan pos.  Numpang charge!&lt;br /&gt;Alhamdulillah, polisinya sangat ramah.  Beliau langsung mengizinkan.  Cuma masalahnya colokan sangat jauh.  Akhirnya saya beli kabel roll sepanjang 9 meter.  Beres!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lagi-lagi di situ si flash jadi pusat perhatian.  Mulai dari Pak polisi, sampai orang-orang yang sedang lewat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setengah jam, saya merasa cukup untuk melanjutkan perjalanan.  Tujuan dialihkan dari Mutiara Gading Timur ke Papan Mas, yang lebih dekat.  &lt;br /&gt;Terima kasih banyak Pak Sujono, Pak Suwardi, Pak Mulyadi atas segala keramahan.  Andai semua polisi bersikap seperti Bapak-bapak, mudah-mudahan slogan polisi sebagai sahabat masyarakat akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Papan mas, si flash langsung dicharge.  Penumpangnya pun dicharge dengan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup, perjalanan pun dilanjutkan ke Mutiara Gading Timur.  Menjelang Maghrib kami sampai.  Rumah kosong, penghuninya sedang ke pasar kaget.&lt;br /&gt;Biarkanlah.  Yang penting sudah sampai,  nanti juga pada pulang.  Sekarang waktunya istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-2669318158611082773?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/2669318158611082773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=2669318158611082773&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/2669318158611082773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/2669318158611082773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/07/1st-day-with-trekko-flash-on-way.html' title='1st day with Trekko Flash on The Way'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-2764960676014123022</id><published>2009-06-30T05:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T00:43:19.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warta'/><title type='text'>Pengguna Indosat Agar Waspada, Ada Modus Penipuan Baru</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu saya dapat sms (sudah dihapus) yang isinya kuarng lebih begini ,"Anda dapat mendapat pesan suara dari 085++++++++++ Untuk mendengarkan ketik TP(spasi)085++++++++++ angka(lupa) kirim ke 151 (gratis)."&lt;br /&gt;Berhubung tidak tahu , saya ikuti saja. Takutnya memang isinya penting, sampai harus meninggalkan pesan suara.&lt;br /&gt;Jawabannya,"Anda hanya dapat mentransfer kalau saldo setelah transfer minimal 5000 rupiah."&lt;br /&gt;Berikut saya copas dari web indosat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indosat Transfer Pulsa Baru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lebih bebas dan bisa nambah Masa Aktif&lt;br /&gt;Transfer pulsa baru adalah pengembangan dari transfer pulsa sebelumnya karena selain jumlah pulsa yang dapat ditransfer yang semakin variatif juga bisa menambah masa aktif penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Layanan Transfer Pulsa maka kita bisa membantu teman, keluarga maupun kerabat yang mengalami kehabisan pulsa.&lt;br /&gt;Mulai 5 Maret 2009, kirim pulsa antar nomor Indosat sekarang semakin fleksibel dan yang pasti menguntungkan karena Transfer pulsa kini tersedia juga untuk Matrix Auto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya sangat mudah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Ketik: TP&lt;spasi&gt;nomor tujuan&lt;spasi&gt;nominal pulsa&lt;br /&gt;•Kirim ke 151&lt;br /&gt;Contoh: TP 08151234567 5000, kemudian kirim ke 151 (setiap pengiriman pulsa dikenai tarif Rp 600,-)&lt;br /&gt;Syarat &amp; Ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Pengirim maupun penerima harus berada dalam masa aktif (kecuali Matrix Auto).&lt;br /&gt;•Penambahan masa aktif si penerima tidak akan mengurangi masa aktif pengirim. &lt;br /&gt;•Masa aktif hasil transfer pulsa akan mengambil masa aktif terpanjang (tidak akumulatif) dengan maksimal 45 hari penambahan masa aktif.&lt;br /&gt;•Selain tambahan masa aktif, penerima pulsa akan memperoleh tambahan masa tenggang selama 30 hari.&lt;br /&gt;•Pengirim memiliki pulsa minimal Rp 5.000 setelah melakukan transfer&lt;br /&gt;•Jumlah pulsa yang terkirim akan dialokasikan pada main account penerima sehingga tidak akan hangus saat penerima melakukan perpindahan paket.&lt;br /&gt;•Berlaku untuk pelanggan Mentari, IM3 dan Matrix Auto.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.indosat.com/IM3/IM3_Update/Indosat_Transfer_Pulsa_Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya format yang dikirimkan bukan untuk mendengarkan pesan suara atau melihat pesan gambar, tetapi untuk mentransfer pulsa. Jadi, waspadalah pengguna Indosat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-2764960676014123022?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/2764960676014123022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=2764960676014123022&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/2764960676014123022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/2764960676014123022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/06/pengguna-indosat-agar-waspada-ada-modus.html' title='Pengguna Indosat Agar Waspada, Ada Modus Penipuan Baru'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-5951572163627485359</id><published>2009-06-10T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T21:22:01.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Macet</title><content type='html'>Anda tahu jembatan layang di depan pintu tol Cikarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megah berdiri, sangat membantu kelancaran arus lalu lintas di pertigaan tol.  Meski kadang masih macet, tapi frekuensi dan panjang kemacetan sudah sangat jauh berkurang dari sebelum adanya jembatan layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya arus lalu lintas daerah itu sangatlah lancar.  Seiring industrialisasi di wilayah Cikarang, pengguna jalan  semakin bertambah.  Arus pun semakin padat, sementara lebar jalan tidak bertambah.  Macet menjadi konsekuensi.  Maka saat-saat berangkat dan pulang kerja menjadi penggalan waktu yang sangat menjemukan.  Perjalanan Cikarang-EJIP yang normalnya hanya setengah jam jadi memanjang hingga 1 jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama kemacetan semakin krodit.  Sekali perjalanan ditempuh lewat dari satu jam pun menjadi hal yang lumrah.  Perusahaan mengeluh.  Banyak karyawan yang datang terlambat, sementara aktifitas kerja tidak boleh berhenti berdenyut.  Akibatnya jam penjemputan pun dimajukan.  Semakin tua lah para karyawan di dalam jemputan.  Jadwal kegiatan harian  semakin berantakan.  Nyaris tak ada waktu.  Waktu untuk ta'lim semakin sempit.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di rumah yang tersisa hanya penat. Hobi membaca juga jadi tak tersalurkan.  Ketika ada waktu pun, membaca di rumah untuk saat ini hampir tak mungkin. Baru asyik  membuka 1 halaman,  Syifa yang rasa ingin tahunya sedang tingi mendekat, berceloteh panjang –pendek, ikut ‘membaca’ buku, dan ujungnya sobek sana-sini. Akhirnya sesampai di rumah rutinitinas yang ada paling hanya ngobrol sebentar, bercanda dengan keluarga, setelah itu terlelap menyisakan tumpukan buku yang belum sempat dibaca di balik lemari buku. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya Pemda tanggap juga.  Proyek pembuatan jembatan layang pun dirancang.  Tetapi ketika pembangunan dilaksanakan, justru  puncak kemacetan terjadi.  Bahkan ketika awal pembangunan pernah terjadi perjalanan EJIP-Cikarang ditempuh dalam waktu 5 jam!  Luar biasa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika badan terasa lelah, jiwa ini pun semakin jarang disiram.  Pengetahuan semakin jauh.  Sementara telinga  semakin akrab dengan genjrang-genjreng gitar pengamen.&lt;br /&gt;Suatu ketika ada kajian di Masjid EJIP.  Pembicaranya Syaikh Nashr Abdul Karim al 'Aql dari Arab.  Ada seorang setengah baya berbadan tegap yang mendampinginya.  Entah, siapa namanya dan apa posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi tanya jawab ada seorang ikhwan yang mengajukan pertanyaan tentang keutamaan mencari ilmu.  Intinya sama dengan yang saya alami.  Beliau sadar bahwa mencari ilmu itu wajib.  Tetapi waktunya terasa sangat sempit karena telah terkuras untuk kesibukan mencari nafkah yang juga merupakan kewajiban.  Ditambah lagi kemacetan yang tanpa bosan menghadang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pria berbadan tegap tersenyum, lantas berujar,"Para shahabat tidak kalah sibuk dari kita, tapi mereka selalu punya waktu untuk mencari ilmu."&lt;br /&gt;Saya terhenyak.  Jawaban itu sangat mengena.  Para sahabat justru jauh lebih sibuk dari kita, dengan kesibukan yang juga sangat menguras tenaga dan pikiran.  Hanya mereka mampu menerapkan manajemen waktu secara efektif.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengok ke belakang, saya coba menganalisa di bagian mana waktu saya tercuri untuk bermanfaat.  Dan tak perlu waktu lama untuk menunjuk kemacetan yang menyebabkan waktu terampas hingga 3-4 jam tiap hari di jalan.   Bayangakan, 3-4 jam per hari.   Artinya dalam sebulan (22 hari kerja) dihabiskan waktu 66-88 jam di jalan, dan tidak ada yang dilakukan.  Paling-paling ngobrol.  Atau tidur di sela celoteh para pedagang asongan dan dendang pengamen.  Duh, sangat tidak produktif.  Sementara puluhan buku di rumah masih belum juga dibaca.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...  itu dia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini rupanya salah satu kesalahan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya saya berangkat kerja dengan berbekal buku.  Kalau biasanya membaca dalam perjalanan terasa pusing, sekarang bisa agak nyaman karena jalan mobil yang tersendat.  Akhirnya pengerjaan jalan layang yang menjemukan pun berubah menjadi hal menyenangkan.  Beberapa buku selesai dibaca dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tak terasa proyek pembangunan jalan layang selesai juga.  Biasa lama di perjalanan, takjub juga saya ketika sampai rumah sementara adzan maghrib belum juga berkumandang.  Waktu dengan keluarga pun bisa lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  waktu pun berjalan ‘normal’ kembali.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa bulan, menengok lemari buku terlihat deretan buku yang belum dibaca kembali memanjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya kangen dengan kemacetan itu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-5951572163627485359?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/5951572163627485359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=5951572163627485359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/5951572163627485359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/5951572163627485359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/06/macet.html' title='Macet'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-1904112918453360791</id><published>2009-04-27T02:08:00.002-07:00</published><updated>2009-04-27T02:13:33.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Manohara, oh Manohara....</title><content type='html'>Kalau ada peristiwa yang mampu menyaingi hiruk-pikuk capres-cawapres, mungkin kasus Manohara adalah salah satunya.&lt;br /&gt;Diawali dengan pemberitaan media Indonesia tentang penganiayaan wanita muda bernama Manohara Odelia Pinot oleh suaminya. Selepas era kebebasan pers, kasus ini sebenarnya masuk kategori ‘biasa-biasa saja’ karen sudah terlalu banyak kasus sejenis dimuat media. Menjadi luar biasa ketika sang wanita adalah wanita muda berusia 17 tahun dan (awalnya?) Warga Negara Indonesia dan suaminya adalah warga Negara Malaysia sekaligus Pangeran Kelantan Tengku Tumenggung Muhammad Fakhry.&lt;br /&gt;Ditambah isu ‘penculikan’ Manohara oleh sang suami pasca umrah dan pencekalan Daisy Fajaria (ibu Manohara) untuk masuk ke Malaysia, suasana semakin panas dengan berbagai statement dan komentar dari ibu Daisy. Pihak kerajaan yang semula adem ayem rupanya gerah juga. Melalui media Malaysia mereka menyayangkan komentar-komentar ibu Daisy. Mereka menyangkal kabar penyiksaan Manohara.&lt;br /&gt;Berbagai upaya meredam berita miring dilakukan. Beberapa utusan dikirim ke Jakarta untuk mengklarifikasi berita tersebut. Mereka katakan,”Manohara baik-baik saja.”&lt;br /&gt;Miris, sedih, campur geli campur aduk di hati ini.&lt;br /&gt;Kalau benar kabar tersebut, mestinya masalahnya sederhana saja.&lt;br /&gt;Komunikasi.&lt;br /&gt;Ya, ada yang tersumbat dalam komunikasi kedua belah pihak. Dan untuk menyelesaikan sebenarnya juga cukup dengan satu langkah sederhana, jalin komunikasi. Tunjukkan kalau Manohara baik-baik saja! Entah itu dengan berkunjung ke ibu mertua di Indonesia, atau cara paling mudah biarkan Manohara berbicara langsung dengan ibunya melalui telpon.&lt;br /&gt;Alih-alih melakukan, pihak kerajaan justru ‘mengimbangi’ dengan komentar yang kontra ibu Daisy di media. Perkara selurus lidi tiba-tiba berubah menjadi seruwet benang kusut. Masalah yang mestinya cukup diselesaikan secara internal pun berubah menjadi konsumsi publik yang bila tidak ditangani secara tepat berpotensi memanaskan hubungan dua buah Negara.&lt;br /&gt;Sekedar himbauan, apa pun posisi dan jabatannya ibu Daisy adalah mertua Sang Pangeran Kelantan. Dalam Islam kita diharuskan menghormati orang tua dan dilarang memutus tali silaturrahim. Dengan datang dan membawa Manohara dalam keadaan baik ke Indonesia tidak akan mengurangi kemuliaan, justru semakin menjadi point plus.&lt;br /&gt;Tetapi ketika tidak dilakukan, tidak salah pula seorang ibu berusaha dengan segala cara mengunjungi dan memastikan keadaan anaknya baik-baik saja. Itu hak.&lt;br /&gt;Pihak pemerintah dalam hal ini Deplu mestinya bergerak cepat sebai fasilitator. Meski ada perbedaan kultur dan sistem pemerintahan, mestinya pemerintah bisa menggunakan kekuatan diplomasi untuk membantu kedamaian keluarga itu.&lt;br /&gt;Saya tidak bisa membayangkan kalau pihak Deplu angkat tangan. Kemana lagi kira-kira ibu Daisy bisa minta tolong? Apakah harus kepada tim Termehek-mehek?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-1904112918453360791?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/1904112918453360791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=1904112918453360791&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1904112918453360791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1904112918453360791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/04/manohara-oh-manohara_27.html' title='Manohara, oh Manohara....'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-1297844381476581788</id><published>2009-04-05T17:25:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T19:19:07.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Kampanye</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Kampanye.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Buat saya adalah salah satu tahapan kehidupan bernegara yang masuk dalam kriteria ‘menyebalkan’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terlalu banyak omong kosong di sana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;“Pilihlah saya!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;“Contreng no.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;X&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;partai Y!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;“Partai kami menang, harga sembako turun!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;“Kami membawa solusi perbaikan pendidikan!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;“1 milyar untuk tiap desa bila kami menang!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Bombastis sekali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua mengaku sebagai pahlawan yang siap memperbaiki bangsa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rata-rata hanya menghembuskan angin surga tanpa ada program yang konkret.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ketika ada sesuatu yang dianggap berhasil, semua main klaim sebagi pihak yang paling berjasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagi penggagas lah, sebagai pionir, penanggung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jawab, pelaksana, hingga pengawas yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Dapat dipahami ketika seorang rekan setengah bercanda mengatakan,”Semua mengaku yang paling baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MUI mewajibkan memilih calon yang baik, maka saya akan pilih semuanya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Saat kampanye pula anggota dewan dan pebisnis yang biasa sibuk dengan tender-tender besar bernilai sekian digit tiba-tiba masuk ke pasar tradisional.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pejabat yang hanya bisa ditemui dengan birokrasi bertingkat-tingkat pun tiba-tiba akrab dengan peluh tukang becak dan para kuli.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ajaib.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Kemana mereka selama ini?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah caleg-caleg dengan mental seperti ini yang akan dipilih menjadi wakil di Senayan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Harusnya tidak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masalahnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kita adalah bangsa yang pelupa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jejak rekam buruk dalam fakta sejarah seringkali terhapus oleh janji-janji manis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ditambah dengan sistem yang ada, jadilah kampanye menjadi komponen penting dalam tatanan berbangsa kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Untuk memilih calon yang kredibel harusnya tidak dilihat dari kampanyenya, tapi track record yang ada selama ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau pernah menjadi anggota dewan, kebijakan apa yang pernah diperjuangkan dan dihasilkannya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seberapa besar anggota masyarakat yang ikut menikmati perannya selama duduk di kursi empuk? Seberapa sering beliau absen dalam sidang?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau pun turut dalam sidang apakah beliau menyuarakan aspirasi rakyat dengan segenap tenaga dan pikiran, atau lebih menikmati dinginnya AC?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Bagi calon yang belum pernah duduk menjadi anggota dewan pun harus dilihat apa yang telah dilakukannya selama ini?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangan menjadikan alasan belum duduk di dewan sebagai hal yang menyebabkannya tidak bisa berbuat banyak di masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Suatu hari saya menerima selebaran profil seorang caleg.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengaku 13 tahun bekerja sebagai karyawan PT “T”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Slogannya,”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya Pekerja yang bisa menjiwai perjuangan Pekerja&lt;/span&gt;.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Sekilas logis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi bila ditelaah lebih jauh menjadi ironis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PT “T”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkenal sebagai perusahaan yang tidak stabil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Demo sering kali terjadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nasib karyawan terkatung-katung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Secara umum permasalahan karena rendahnya upah, status karyawan tidak jelas, hingga PHK sepihak dengan pesangon seadanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Artinya untuk memperjuangkan rekan-rekannya saja beliau tidak mampu, kok berani-beraninya mencoba di level yang lebih tinggi?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Di lain hari terlihat jelas sebuah spanduk besar bertuliskan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;… menciptakan Indonesia yang adil, makmur, dan demokrasi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Duh, caleg….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Apakah dulu di SMP tidak ada pelajaran membedakan kata sifat, kata kerja, atau kata benda?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Niat baik saja tidak cukup. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kemampuan berbahasa mutlak diperlukan bagi anggota dewan yang mestinya akan saling melontarkan argumen dan bersinggungan dengan istilah-istilah perundangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Makanya banyak yang sinis dengan para caleg.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perjuangan untuk rakyat dianggap hanya kedok.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perjuangan yang sebenarnya hanya untuk diri sendiri dengan motif ekonomi dan kekuasaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indikasinya tentu saja biaya yang mesti dikeluarkan untuk menjadi caleg hingga akhirnya menjadi anggota legislatif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Bagi yang tinggal di Cikarang tentu tahu baliho besar seorang caleg DPRD tk I di pertigaan pintu keluar tol Cikarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah stasiun radio merilis biaya yang telah dikeluarkan caleg tersebut sebesar lebih dari 1 milyar rupiah!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itu jauh sebelum masa kampanye terbuka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bayangkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan pada kampanye terbuka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Kalau untuk DPRD tk I saja nilainya begitu wah…, bagaimana untuk DPR Pusat?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cukup untuk membayar hutang negara barangkali, bila biaya kampanye semua caleg dari DPRD tk II hingga DPR Pusat dikumpulkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Selain pemborosan yang luar biasa, degradasi moral terasa dominan pada masa kampanye.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kampanye acap kali dijadikan ajang melakukan pelanggaran lalu lintas secara ‘legal’. Terlihat dengan mata telanjang betapa bangga para peserta kampanye ketika berhasil memenuhi ruas-ruas jalan dan menyebakan kemacetan panjang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka lupa dengan para pengguna jalan lain yang juga punya hak untuk memanfaatkan jalan tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Moral para caleg pun setali tiga uang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Demi menarik massa segala cara dilakukan, termasuk menghadirkan penyanyi dengan goyangan erotis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah partai bahkan secara memalukan menghadirkan kasidah yang dilanjutkan dengan dangdut erotis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Makanya lega rasanya ketika semua itu berakhir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mulai hari ini kampanye terbuka selesai sudah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagian partai mulai menurunkan atribut yang bertebaran di seluruh penjuru negeri ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hari-hari tenang menjelang, meski bukan jaminan partai menghentikan kampanye.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perasaan suudhan saya mengatakan kampanye masih akan tetap berlangsung meski dalam skala yang lebih kecil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Atau sembunyi-sembunyi mungkin, misalnya dengan bagi-bagi amlpop.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Pelanggaran?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menambah satu pelanggaran setelah sekian banyak pelanggaran bukanlah hal yang mengkhawatirkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Toh selama ini Panwaslu hanya diam dan mencatat meski pelanggaran nyata-nyata ada di depan mata.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Cikarang, 6 April 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-1297844381476581788?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/1297844381476581788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=1297844381476581788&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1297844381476581788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1297844381476581788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/04/kampanye.html' title='Kampanye'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-2306600900845066715</id><published>2009-03-19T23:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T22:28:42.344-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Semangat Iacocca</title><content type='html'>Oleh: TB. Farid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar nama Iacocca? Belum pernah dengar kan? Jangan kecil hati, nama orang tersebut memang tidak sepopuler produk yang dihasilkannya. Iacocca pada awalnya meniti karir di Ford, sebagai marketing. Karena ide-idenya yang cemerlang, karirnya terus menanjak hingga akhirnya di tahun 1964 ia menduduki posisi puncak di Ford. Tahu mobil Mustang ? Nah ini idenya Iacocca. Setelah menjadi direktur dia berpikir seandainya ada mobil kecil, bodi bagus, lari kencang pasti konsumen banyak yang suka. Idenya dituangkan dalam bentuk Ford Mustang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustang pun dipasarkan dan laku keras. Di Ford, nama Iacocca semakin harum. Tapi hal ini berdampak buruk bagi karirnya. Iacocca membuat Ford Junior cemburu atas kesuksesannya, mereka terlibat dalam perebutan pengaruh di Ford. Iacocca pun diminta mengundurkan diri dengan tawaran uang pensiun $1 juta per tahun, dengan syarat ia tidak boleh bekerja untuk pabrik mobil manapun. Iacocca frustasi. Istrinya menguatkannya untuk bangkit, kalah terus atau kalah kali ini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iacocca menolak tawaran uang pensiun tersebut, ia memilih bekerja dengan Chrysler (diantaranya bikin Jeep). Ia hanya meminta gaji $ 1 (baca yang betul, satu dolar) per tahun, selama Chrysler belum pulih. Aneh, kok mau? Chrysler saat itu sedang dalam masalah. 250000 orang karyawannya terancam di PHK. Iacocca ingin menolong mereka dengan cara membuat ‘sehat’ Chrysler. Usahanya berhasil, beberapa tahun ke depan, Chrysler muncul sebagai industri otomotif yang disegani, setara dengan Ford Dan GM. Di bawah kepemimpinannya Chrysler berhasil mengambil alih Maseratti dan Lambhorgini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalau punya ilmu, harta, tenaga dan kedudukan, harus kita pikirkan bagaimana caranya agar itu semua bermanfaat bagi orang lain, orang banyak. Kalau sudah begitu, energi yang muncul pada diri kita juga energi untuk orang banyak. Energi yang besar… seperti energi yang mendorong Iacocca bangkit dari keterpurukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000099;"&gt;Artikel di atas adalah tulisan seorang senior saya yang pernah dikirim ke milis FUPM MM2100. Atas ijin beliau, tulisan yang menurut saya sangat 'menggugah' itu saya publish di blog saya. Matur nuwun ijinnya, Pak....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-2306600900845066715?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/2306600900845066715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=2306600900845066715&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/2306600900845066715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/2306600900845066715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/03/semangat-iacocca.html' title='Semangat Iacocca'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-4053017307184376734</id><published>2009-03-04T23:55:00.000-08:00</published><updated>2009-03-31T22:29:18.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Berjualan Dandang</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tulisan berikut adalah kreatifitas seorang senior saya yang sudah memberikan izin untuk dipublish di blog saya. Beliau tinggal di kota besar bernama Tambun, kadang-kadang 'mengaku' tinggal di Sukaresmi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu dandang ? Kami di Bekasi menyebutnya dandang, alat menanak/mengukusnasi , biasanya terbuat (kalau tidak salah) dari sejenis tembaga, atau seng yang tebal dan di cat agak kemerah-merahan, bentuknya antik memanjang. Perkakas tradisional. Saya lupa kapan terakhir kali, ibu saya sendiri menggunakan alat ini, mungkin ketika saya SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi sewaktu berangkat kerja, saya melihat penjaja keliling penjual dandang. Dua dandang dipikulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang beli," pikir saya. Dandang-dandang tersebutharus bersaing ketat dengan rice cooker, buatan pabrik-pabrik besar, yangdibuat secara mass production, hingga harga jualnya pun terbilang rendah. Berat sekali saingan tukang dandang. Kalau laku dua-duanya pun tidakseberapa juga untungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dulu sekali sewaktu SMP melihat penjaja keliling, tukang cobek. Terlihat berat dagangannya, dan saya berkomentar pada Bapak saya, "Jualan cobek siapa yang beli pak, kan barangnya kuat, sekali beli orang nggak beli-beli lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah punyarahasia-Nya sendiri, banyak hal yang menurut kita berat, tetapi mungkin danbisa," begitu komentar Bapak. "Rizkinya pasti ada, buat dia dan anak-istrinya'," beliau menambahkan. "Tugas kita berusaha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas kita berusaha, saya ingat itu. Usaha dan hasilnya pun beda-beda, adayang sekali klik, bisa milyaran dollar masuk rekening, misalnya GeorgeSoros. Ada yang berkeringat-ketingat, dapat sepuluh ribu rupiah sehari. Ada yang US$ 350,000 per bulan ada yang Rp 300.000 satu bulan. Bertingkat-tingkat. Allah punya rahasianya sendiri. Pernah ada seorang rekan, buruh percetakan, yang bicara pada saya ,"Allah tidak adil, ada orang yang kaya, cari uang gampang, tapi ada yang miskin, cari uang susah. Kaya saya ini. Kamu juga enak bisa kuliah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diam tidak menjawab, berhari-hari saya mencari jawabannya, hingga akhirnya saya menemukan sebuah hadist Rasulullullah SAW, "Hakikat rizki ada dua, pakaian yang kita pakai hingga usang dan makanan yang kita makan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, saya temui lagi rekan saya tadi. Saya bilang,"'Kang, (saya bacakan hadist yang tadi), Om Liem (mantan Boss BCA), kira-kira makannya banyakan siapa sama akang ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab dia ,"'Ya, banyakan saya dong, saya kan kuli, makannya gembul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut saya,"Kalau pakai baju kira-kira lamaan siapa ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab dia,"Lamaan saya, saya mah kalau belum sobek ya belum ganti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah kira-kira rizkinya banyakan siapa akang apa Liem?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia senyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang Allah Maha Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang punya perannya sendiri, bertingkat-tingkat, menurut kita. Tetapi Allah punya pandangan lain, bagiNya semuanya sama, yang membedakancuma takwa. Gozueta, diberi 'sedikit air' oleh Allah, berjualan Coca Cola, jadilah ia dalam jajaran orang-orang kaya di dunia. Bagi Allah, harta Gozueta atau harta si tukang dandang tidak bernilai apa-apa, Dia Maha Kaya. Sepantasnya, berjalan kaki atau naik Mitsubishi Pajero DID, dua-duanya membuat kita bahagia.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-4053017307184376734?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/4053017307184376734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=4053017307184376734&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/4053017307184376734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/4053017307184376734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/03/berjualan-dandang.html' title='Berjualan Dandang'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-1639585587065055096</id><published>2009-03-03T21:40:00.000-08:00</published><updated>2009-03-31T22:29:42.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Oleh-oleh Islamic Book Fair 2009</title><content type='html'>Meski dengan budget terbatas, akhirnya sampai juga di Istora Senayan, tempat berlangsungnya event tahunan Islamic Book Fair. Belum juga masuk, sudah dapat majalah gratis. Namanya Gozian, kalau tidak salah. Majalah baru, dengan harga standar 33 ribu. Lumayan....&lt;br /&gt;Seperti biasa, saya tidak parkir di salah satu stand, tapi langsung muter ke seluruh arena seraya mata memelototi nilai diskon. Tujuan utama jelas, membandingkan harga! Itu salah satu prioritas di jaman kantong cekak akibat krisis global sekarang ini.&lt;br /&gt;Putar-puter putar-puter, transit pertama saya di Penerbit Azzam. Apalagi motifnya kalau bukan harga. Bayangkan... buku yang saya taksir harga standarnya 20 ribuan, dijual dengan harga 10 ribu rupiah dapat 3 buku. Selesai bayar dan belum juga keluar stand, mata kembali terpaku melihat angka 80%. Yang bener, nih?! Ikut ubak-ubek, dapat 5 buku, cukup bayar Rp 50.500,00. Hmm... di satu stand saja 2X bayar. Mudah-mudahan mbak kasir tidak nggerundel :)&lt;br /&gt;Lepas dari Azzam (kaya nama keponakan), dilanjutkan dengan perjalanan antar stand yang seolah berlomba dengan besarnya diskon yang berkisar antara 20 hingga 80%. Yang dijual pun beragam, mulai dari buku tebal nan mahal seperti tafsir Ibnu Katsir, hingga majalah yang dihargai 1000-2000 rupiah. Jilbab, baju, madu, aneka herbal, serta beragam aneka permainan edukatif pun tak ketinggalan. Di lantai 2 saya langsung jatuh hati dengan CD interaktif seharga 50 ribuan. Bagus juga nih, kayanya buat Syifa. Tapi begitu ingat dengan komputer yang harddisknya sedang jebol dan budget yang kian tipis, diputuskan untuk membeli VCD saja plus beberapa buku dan majalah anak.&lt;br /&gt;Capek juga. Istirahat dulu, ah....&lt;br /&gt;Menikmati bekal arem-arem yang khusus dibawakan istri. Ingat pengalaman tahun kemarin, dia. Akibat tidak tahan dengan godaan buku, dana makan siang terpakai untuk beli buku. Uang cadangan transport pun tidak luput dari sasaran. Akibatnya seharian muterin book fair tanpa makan dan minum. Begitu sampai rumah, uang di kantong cuma tersisa 500 rupiah. Hi... hi... hi....&lt;br /&gt;Dari bangku penonton, di panggung terlihat mbak MC dengan penuh semangat memperkenalkan bintang tamu bernama Asmirandah. Halah! Siapa lagi itu? Penulis kah? Perwakilan penerbit? Atau apa? Langsung deh pasang kuping baik-baik.&lt;br /&gt;Oalah... artis sinetron, to? Pantas tidak familier di telinga. Lha wong TV di rumah saya '&lt;em&gt;haram&lt;/em&gt;'kan untuk acara sinetron, ya pantas kalau tidak tahu. Habis, sinetron kita begitu, sih. Tidak membumi. Di tengah kemiskinan yang masih menjamur, gaji UMK yang pas-pasan, kok penggambaran di sinetron selalu saja tentang keluarga kaya yang punya mobil mewah, rumah bertingkat, dibalut dengan acara cinta-cintaan. Giliran ada karakter orang miskin yang susah makan, rumahnya digambarkan permanen, punya sofa cukup bagus, baju yang tidak murahan.... Pak sutradara tidak pernah bersentuhan dengan orang miskin kali, ya?&lt;br /&gt;Selepas Asar saya pulang dengan membawa 20-an buku/majalah dan 2 CD. Dikalkulasi untuk ongkos, masih tersisa 3500 rupiah. saya bayangkan istri akan menyambut dengan tawa lebar. Setidaknya sisanya lebih banyak dari tahun kemarin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-1639585587065055096?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/1639585587065055096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=1639585587065055096&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1639585587065055096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/1639585587065055096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/03/oleh-oleh-islamic-book-fair-2009.html' title='Oleh-oleh Islamic Book Fair 2009'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-360464602736612330</id><published>2009-01-03T04:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-31T22:30:21.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Catatan Pergantian Tahun, Sebuah Ironi</title><content type='html'>Ketika ada Saudara yang meninggal bertepatan dengan acara pesta (walimah misalnya), demi menghormati yang meninggal selayaknya kemeriahan acara agak dikurangi.&lt;br /&gt;Lantas bagaimana kalau meninggalnya karena kecelakaan lalu lintas? Bukan hanya mengurangi kemeriahan acara, tentu kita ikut sibuk mengurus jenazah dari RS, mondar mandir ke kantor polisi, dsb.&lt;br /&gt;Kalau kecelakaannya disengaja? Ditabrak mobil misalnya, oleh orang yang iri dengan Saudara....&lt;br /&gt;Saya yakin proses pengusutan perkara akan lebih dominan. Dan kalaupun pesta tetap dilaksanakan hiasan utamanya adalah keprihatinan dan linangan air mata. Atau mungkin sekedar ijab kabul. Bisa saja kemeriahan dipaksakan, tapi image negatif akan segera melekat sebagai orang yang tidak tahu etika.&lt;br /&gt;Malam ini kita lihat pesta diselenggaraka dimana-mana. Kembang api menghias langit malam semenjak sore.&lt;br /&gt;"Jalanan penuh," kata tetangga yang baru pulang dari bepergian.&lt;br /&gt;Jalan menuju puncak apalagi. Acara TV penuh dengan tawa, gemerlap, dan kegembiraan. Gang-gang kecil pun tak mau kalah semarak. Asap mengepul berbaur dengan aroma ayam, ikan, daging, atau jagung yang terbakar.&lt;br /&gt;Malam yang biasanya syahdu kali ini tidak menyisakan ruang untuk menghadirkan kata sepi.&lt;br /&gt;Entah berapa milyar (atau bahkan trilyun?) rupiah dana yang yang terserap untuk menciptakan kemeriahan itu. Padahal jauh di belahan lain bumi ini ribuan nyawa tengah terancam kematian. Ribuan nyawa saudara kita. Bukan karena sakit, kecelakaan, atau ditabrak mobil, tapi DIBANTAI!&lt;br /&gt;Dalam waktu tidak lebih dari seminggu 400-an nyawa melayang. Ribuan lainnya luka-luka dan siap menjemput maut. Tak peduli itu anak-anak, wanita, atau siapa pun.&lt;br /&gt;Di jalur Gaza bom dan roket masih terus mengiringi tiap derap langkah saudara-saudara kita. Bangunan dan rumah roboh sama rata dengan tanah. Setelah mengancurkan Rumah Sakit dan Masjid dengan ringan Sang Menteri Luar Negeri Israel mengatakan," Hamas bersembunyi di balik warga Sipil. Mereka tidak peduli dengan warga sipil."&lt;br /&gt;Sebuah pembenaran yang ironis....&lt;br /&gt;Sementara Saudara-saudara kita bercanda dengan maut, mungkin para zionis itu tengah berpesta dan tertawa terbahak seperti pesta pora dan tawa di sekitar kita.&lt;br /&gt;Sementara saudara kita kehabisan makanan dan obat-obatan, mungkin Yahudi itu tengah kebingungan menghabiskan makanan dan minuman yang melimpah. Persis seperti makanan yang berhamburan di sekitar kita.&lt;br /&gt;Sementara Saudara kita sibuk mengindar dari hujan bom dan roket, kita sibuk melontarkan kembang api dan mercon.&lt;br /&gt;Entah berapa banyak dana kita yang terbuang....&lt;br /&gt;Entah berapa banyak dana yang disisihkan untuk Saudara kita di Gaza....&lt;br /&gt;Masihkah ada empati di dada kita?&lt;br /&gt;Entahlah....&lt;br /&gt;Mungkin hati kita telah membeku&lt;br /&gt;Seperti hati para zionis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikarang, 31 Desember 2008&lt;br /&gt;pukul 23.25&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-360464602736612330?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/360464602736612330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=360464602736612330&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/360464602736612330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/360464602736612330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2009/01/catatan-pergantian-tahun-sebuah-ironi.html' title='Catatan Pergantian Tahun, Sebuah Ironi'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-8629902038830207189</id><published>2008-12-06T05:17:00.000-08:00</published><updated>2009-03-31T22:31:10.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Pak Wito</title><content type='html'>Pak Wito namanya, salah satu driver kocak di perusahaan tempat saya bekerja. Tugas utamanya mengantarkan manajemen ekspatriat menggunakan kendaraan kantor. Tidak seperti perusahaan lain yang memiliki kendaraan operasional sendiri, perusahaan kami menggunakan mobil manajemen pula untuk operasional. Entah itu untuk ke bank, Jamsostek, kadang untuk delivery, bahkan makan di luar. Itu artinya mobilitas Pak Wito akan semakin tinggi. Tapi seperti biasa Pak Wito menghadapi dengan senyum dan tawanya yang khas.&lt;br /&gt;"Jadi driver itu enak," kata Pak Wito suatu hari. Saat itu kami dan seorang rekan, (Bahrudin namanya) sedang santai di depan musholla.&lt;br /&gt;"Enaknya?"&lt;br /&gt;"Misal ada orang mau keluar beli sop, pasti kebagian sop. Dia beli Juice, ikut kebagian juice...."&lt;br /&gt;"Lha, belum tentu!" potong Bahrudin cepat.&lt;br /&gt;"Belum tentu bagaimana?"&lt;br /&gt;"Misal nih, saya yang keluar sama Pak Wito...."&lt;br /&gt;"Mau ngapain?" Pak Wito balas memotong.&lt;br /&gt;"Makan sop, misalnya."&lt;br /&gt;"Iya. Terus kamu nggak bagi?"&lt;br /&gt;"Nggak."&lt;br /&gt;"Nggak minum? Juice, misalnya."&lt;br /&gt;"Ya, minum."&lt;br /&gt;"Terus saya dikasih minum apa?"&lt;br /&gt;"Bawa air mineral dari PT."&lt;br /&gt;"Jadi kamu makan sop sama juice, saya minum air dari PT?"&lt;br /&gt;"Iya, artinya kan nggak selamanya enak jadi driver."&lt;br /&gt;"Ya, nggak bisa," kata Pak Wito yakin.&lt;br /&gt;"Nggak bisa gimana?"&lt;br /&gt;"Kan nggak saya rem," jawab Pak Wito kalem.&lt;br /&gt;"Halah?!?!?" Saya dan Bahrudin cuma bisa bengong.&lt;br /&gt;"Enak saja kamu makan-makan saya cuma dikasih air putih..."&lt;br /&gt;?!?!?!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-8629902038830207189?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/8629902038830207189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=8629902038830207189&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/8629902038830207189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/8629902038830207189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2008/12/pak-wito.html' title='Pak Wito'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-8192920343539230060</id><published>2008-10-25T05:06:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T22:31:43.891-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warta'/><title type='text'>Shalat di SGC</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah sekian lama tinggal di Bekasi, bingung juga saya mencari tempat sholat ketika pindah di Cikarang. Waktu kerja saya yang non shift dan pemanfaatan fasilitas jemputan ‘memaksa’ saya untuk hampir selalu Shalat Maghrib di jalan. Apalagi ketika ada pengecoran jalan sehingga parjalanan tersendat.&lt;br /&gt;Awal-awal di Cikarang, saya mencari masjid/musholla dengan panduan suara Adzan. Alhamdulillah, ketemu dan bisa ikut berjamaah meski masbuk. Lokasinya agak ke dalam.&lt;br /&gt;Di lain waktu saya melihat ada musholla kecil, tidak jauh dari jalan utama. Alhamdulillah, ketemu lagi satu tempat alternatif untuk sholat. Letaknya yang strategis sedikit membantu mengurangi waktu perjalanan. Akhirnya Musholla itu menjadi tempat favorit saya untuk menunaikan Shalat Maghrib.&lt;br /&gt;Suatu hari seperti biasa saya berniat Shalat Maghrib di Mushalla tersebut. Sembari menunggu akhwat yang sedang wudhu (lokasi wudhu ihwan dan akhwat jadi satu) saya melihat-lihat ke sekeliling. Hingga akhirnya pandangan saya tertuju ke 2 buah bangunan rendah membujur ke utara. Lokasinya tepat di depan Mushalla, agak tersembunyi karena tertutup tanaman. Makamkah itu? Penasaran, saya dekati… dan Betul! Itu adalah makam!&lt;br /&gt;Deg!&lt;br /&gt;Bukankah tidak boleh shalat di Masjid yang ada kuburannya? *)&lt;br /&gt;Dimulailah kembali pencarian Mushalla atau Masjid yang aman dan nyaman.&lt;br /&gt;Ketemu! Sebuah masjid besar, lokasinya persis di pinggir jalan utama. Alhamdulillah. Sore itu saya bisa Shalat Maghrib dengan nyaman. Benarkah? Shalatnya iya, tapi begitu keluar sandal saya sudah tidak ada di tempatnya.&lt;br /&gt;Duh, hari gini kok ya masih saja ada kasus kehilangan sandal? Penasaran, saya susuri sepanjang depan teras masjid. Memang tidak ada. Yang ada hanya beberapa pasang sandal jepit yang telah usang.&lt;br /&gt;Di tengah kebingungan, ada anak muda yang mengatakan sandal saya ada di tempat penitipan sandal. Agak kurang yakin, saya hampiri juga tempat itu. Beberapa pasang sandal yang relatif masih bagus berjajar rapi di sana dengan nomor urut di atasnya. Di dekatnya ada anak muda bersarung, tangannya menggenggam lembaran-lembaran uang seribuan rupiah.&lt;br /&gt;Setelah agak lama meneliti, akhirnya saya mengenali salah satunya sebagai sandal saya.&lt;br /&gt;“Lho, kok ada di sini?” komplain saya.&lt;br /&gt;“Iya, Pak,” jawabnya. “Biar aman. Soalnya sering terjadi kasus kehilangan sandal di sini.”&lt;br /&gt;“Berarti dipindahkan waktu saya sedang shalat, dong.”&lt;br /&gt;“Iya, Pak. Buat ngamanin.”&lt;br /&gt;“Lha, terus fungsi keamanannya dimana? Kalau ada orang yang mengaku sebagai pemilik sandal saya, misalnya. Bagaimana? Bisa saja, kan?”&lt;br /&gt;“Ya, kan kami hapalin orangnya, Pak.”&lt;br /&gt;“Bukan begitu. Kalau memang maksudnya untuk mengamankan mestinya sistemnya diperbaiki, dong.”&lt;br /&gt;“Ya, kalau nggak bayar juga nggak apa-apa, kok, Pak.”&lt;br /&gt;Ucapannya yang terakhir terakhir terasa menusuk ulu hati saya. Meski dia bilang tidak, tapi ungkapan tadi justru menunjukkan bahwa motifnya memang uang. Uang yang (entah sengaja atau tidak) diletakkan di tangannya semakin menambah kuat dugaan itu.&lt;br /&gt;Sekilas 1000 rupiah bukan suatu masalah besar. Tapi menjadi berbahaya kalau ‘penitipan sandal’ sengaja dijadikan komoditas dengan aktif mencari konsumen. Seharusnya dengan peletakan sandal tidak di tempat penitipan, para penjaga sadar kalau jamaah tidak ingin menitipkan sandalnya. Meskipun tidak ada paksaan untuk membayar, tapi kultur ewuh-pakewuh orang Indonesia menyebabkan hal itu menjadi ‘pemaksaan’ secara halus.&lt;br /&gt;Konteksnya sama dengan kejadian di Mushalla tidak jauh dari masjid tersebut. Ketika jamaah sedang shalat, ada dua orang yang ‘tidak kalah khusyuk’ menyemir sandal yang ada di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari ketidaksengajaan, seorang yang baru saya kenal menyarankan shalat di Masjid SGC (Sentra Grosir Cikarang). Bayangan saya tidak jauh beda dengan Mushalla yang ada di mall-mall pada umumnya. Sempit, kumuh, antri, bising, karena terletak di area parkir. Sebuah milis Islam bahkan pernah menginventarisir kelayakan Mushalla-Mushalla yang ada di Jabotabek karena kesan ‘dipinggirkan’ selama ini.&lt;br /&gt;Tapi ternyata saya salah. Tempat shalat di SGC terletak di lantai paling atas. Lumayan luas, dengan halaman yang tak kalah luas. Tempat wudhu dan toilet juga cukup representatif, dibersihkan secara berkala.&lt;br /&gt;Meski kemudian secara perlahan info tentang masjid yang aman dan nyaman mulai bermunculan, tidak bisa dikesampingkan kalau Masjid SGC salah satu di antaranya.**)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;*) lihat di &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/content/345/slash/0" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/345/slash/0&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;**)Maksud saya menulis ini, bukan promosi SGC. Saya sama sekali tidak ada keterkaitan dengan SGC. Tulisan ini semata-mata rasa terima kasih kepada pengelola SGC yang telah membuatkan tempat ibadah yang layak ketika pusat perbelanjaan lain meremehkan hal ini. Tidak adil rasanya kalau hanya bisa mengkritik, tapi ketika ada kebaikan enggan untuk memuji.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-8192920343539230060?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/8192920343539230060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=8192920343539230060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/8192920343539230060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/8192920343539230060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2008/10/shalat-di-sgc.html' title='Shalat di SGC'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-87528452411203094</id><published>2008-10-25T04:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T22:32:04.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='warta'/><title type='text'>Rahasia Bertemunya Dua Laut yang Berbeda Jenis</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."&lt;br /&gt;(Q.S Al Furqan:53)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel' pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Captain Jacques Yves Costeau, saat menemukan patung-patung perunggu peninggalan kapal romawi kuno yang karam.&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;br /&gt;Captain Jacques Yves Costeau, saat melakukan pendakian di Gunung Alpine. Saat itu terjadi kecelakaan fatal yang menyebabkan dirinya hampir mati.&lt;br /&gt;Fenomena ganjil itu membuat bingung Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentangfenomena ganjil tersebut.&lt;br /&gt;Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laayabghiyaan..." Artinya: "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.&lt;br /&gt;Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan" Artinya "Dari keduanya keluar mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.&lt;br /&gt;Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.&lt;br /&gt;Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur'an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam. Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."&lt;br /&gt;Wallahu a'lamu bishawab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang Captain Jacques Yves Costeau&lt;br /&gt;(11 Juni 1910 - 25 Juni 1997)&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;*) Artikel ini saya dapatkan dari milis. Isinya sangat bagus. Konon katanya Indonesia justru sudah mengetahui keajaiban ini dan memanfaatkan untuk konsumsi air bersih di sebagian Kepulauan Seribu. Sekilas logis. Kepulauan Seribu dikelilingi laut, tapi air tawar melimpah. Apakah disupply dari Jakarta? Wallahu A'lam. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Barangkali ada pengelola yang bisa menjawab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-87528452411203094?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/87528452411203094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=87528452411203094&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/87528452411203094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/87528452411203094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2008/10/rahasia-bertemunya-dua-laut.html' title='Rahasia Bertemunya Dua Laut yang Berbeda Jenis'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-892922102176829142.post-6626315726798019433</id><published>2008-10-20T04:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T21:05:30.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibrah'/><title type='text'>Bahasa Cinta yang Sederhana</title><content type='html'>Sekitar pukul dua dini hari&lt;br /&gt;“Umi sana!” teriak anak saya, mengusir uminya keluar kamar. Dengan mata setengah mengatup, tanpa banyak komentar istri saya keluar kamar. Dia tahu Syifa sedang 'kumat' kangennya dengan saya yang sering meninggalkannya bekerja seharian.&lt;br /&gt;Benar saja, sepeninggal uminya Syifa mengajak saya bercanda. Menunjuk ini itu seraya menanyakan apa namanya. Saya menanggapi sekedarnya saja akibat kantuk yang masih mendera. Sampai suatu saat dia memasukkan tangannya ke hidung, mengeluarkan kotorannya, dan menempelkan di pipi saya.&lt;br /&gt;“Buat abi.”&lt;br /&gt;Spontan saya buang kotoran itu.&lt;br /&gt;“Upil aku mana?” tanya Syifa beberapa saat kemudian ketika menyadari pipi saya telah bersih. Tanpa menunggu jawaban tangisnya pun seketika pecah membelah sepi, seolah kehilangan berlian yang sangat berharga.&lt;br /&gt;Dini hari itu saya belajar dari anak berumur dua tahun.&lt;br /&gt;Seringkali kita sebagai orang tua terlalu memaksakan logika berpikir kita kepada anak. Padahal dalam memandang suatu masalah anak memiliki perspektif tersendiri. Persepektif yang hanya didasarkan atas cinta dengan penuh kejujuran. Perspektif yang diekspresikan dalam 'bahasa asing' yang hanya dapat diterjemahkan dengan kesederhanaan.&lt;br /&gt;Bagi kita, apa yang Syifa berikan hanyalah sebuah kotoran. Sementara mungkin bagi si kecil, sebuah pemberian tetaplah pemberian. Apa pun bentuk dan berapa pun nilainya, selayaknya mendapatkan penghargaan, minaimal dengan ucapan terima kasih.&lt;br /&gt;Di lain waktu, Syifa yang selalu menatap lekat-lekat tiap kali ada pesawat terbang melintas, mengajukan permintaan yang mencengangkan.&lt;br /&gt;“Bi naik pesawat.”&lt;br /&gt;Oalah nak ... nak .... Berapa gaji abimu, nak? Untuk keperluan sehari-hari saja harus diterapkan anggaran ekstra ketat agar tidak ada pos pengeluaran yang terganggu. Lha kok minta naik pesawat segala. Mahal, nak...&lt;br /&gt;Seolah tahu kebingungan saya, Syifa mengeluarkan buku tulis yang dulu saya pakai sewaktu masih sekolah.&lt;br /&gt;Ada gambar pesawat di cover depannya.&lt;br /&gt;Ditaruhnya di lantai, lantas diduduki.&lt;br /&gt;“Abi naik.”&lt;br /&gt;Dengan diboncengkan anak, untuk pertama kalinya sepanjang hidup akhirnya saya bisa merasakan 'naik pesawat'.&lt;br /&gt;Ngeeeeeeeeng....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*)Ada beberapa orang yang salah memahami isi tulisan ini sebagai ekspresi cinta saya kepada anak. Sesungguhnya memang tulisan ini sebagai salah satu tanda cinta saya pada Syifa, tapi isinya justru penggambaran cinta yang jujur dari anak. Anak merajuk ketika kita tinggal misalnya, dalam rangka cinta. Anak menangis, ngambek, kolokan, justru karena cintanya kepada kita...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*)Pernah dimuat di &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;&lt;em&gt;www.eramuslim.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; dan dipublish di milis FUPM MM2100, milis Saksi, dan milis Syiar Islam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/892922102176829142-6626315726798019433?l=pojok-rehat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/feeds/6626315726798019433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=892922102176829142&amp;postID=6626315726798019433&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/6626315726798019433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/892922102176829142/posts/default/6626315726798019433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pojok-rehat.blogspot.com/2008/10/bahasa-cinta-yang-sederhana.html' title='Bahasa Cinta yang Sederhana'/><author><name>Abahnya Syifa Nasywa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09869801715775275164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KbbjqtNfcyM/SPx23G4xgzI/AAAAAAAAAA8/TdnbPePE8D0/S220/nasywa.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
